SOLAR HOME SYSTEM (SHS)
*GAMBAR DAN SPESIFIKASI LAMPU PJU BISA BERUBAH-UBAH TANPA PEMBERITAHUAN SESUAI DENGAN PRODUKSI PABRIK



Solar Home System (SHS): Solusi Energi Terbarukan untuk Rumah dan Bisnis
Apa Itu Solar Home System (SHS)?
Solar Home System (SHS) adalah sistem tenaga surya yang dirancang untuk menyediakan listrik bagi rumah tangga dan bisnis kecil dengan menggunakan energi matahari sebagai sumber daya utama. SHS terdiri dari panel surya, baterai, inverter, dan kontroler yang bekerja secara bersama-sama untuk menangkap, menyimpan, dan mendistribusikan energi listrik.
Di Indonesia, penerapan SHS diatur oleh pemerintah melalui berbagai regulasi dan standar teknis guna memastikan efisiensi dan keandalannya. Salah satu kebijakan penting terkait SHS adalah program elektrifikasi pedesaan menggunakan energi terbarukan yang didorong oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Komponen Utama Solar Home System (SHS)
Panel Surya (Solar Panel): Mengubah energi matahari menjadi listrik searah (DC).
Solar Charge Controller: Mengatur aliran daya dari panel surya ke baterai agar tidak terjadi overcharging atau overdischarging.
Baterai: Menyimpan energi listrik untuk digunakan saat matahari tidak bersinar (malam hari atau cuaca mendung).
Inverter: Mengubah arus listrik DC dari baterai menjadi arus bolak-balik (AC) yang dapat digunakan oleh perangkat listrik rumah tangga.
Sistem Proteksi dan Monitoring: Untuk memastikan keamanan dan efisiensi penggunaan energi.
Cara Kerja Solar Home System (SHS)
Penyerapan Energi Matahari
Panel surya menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik DC.
Pengaturan dan Penyimpanan Energi
Listrik yang dihasilkan dialirkan melalui solar charge controller untuk mengisi baterai atau langsung digunakan.
Charge controller mengelola pengisian baterai agar tidak overcharge yang dapat merusak baterai.
Distribusi Listrik
Listrik DC dari baterai diubah menjadi AC oleh inverter sehingga dapat digunakan untuk perangkat listrik rumah tangga.
Jika menggunakan sistem On-Grid, kelebihan listrik dapat disalurkan ke jaringan PLN.
Jika menggunakan sistem Off-Grid, listrik disimpan di baterai dan digunakan saat dibutuhkan.
Jenis Solar Home System (SHS)
SHS memiliki dua jenis utama berdasarkan koneksi dengan jaringan listrik PLN:
1. SHS On-Grid
SHS On-Grid adalah sistem tenaga surya yang terhubung dengan jaringan listrik PLN. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk:
Menggunakan listrik dari matahari pada siang hari.
Mengembalikan kelebihan daya ke jaringan PLN melalui mekanisme Net Metering, yang dapat mengurangi tagihan listrik.
Mengandalkan listrik PLN saat produksi tenaga surya tidak mencukupi.
Kelebihan SHS On-Grid: ✅ Biaya lebih murah karena tidak memerlukan baterai penyimpanan. ✅ Bisa menjual kelebihan listrik ke PLN. ✅ Ideal untuk daerah dengan akses listrik PLN yang stabil.
Kekurangan SHS On-Grid: ❌ Tidak berfungsi saat listrik PLN padam (karena faktor keamanan jaringan PLN). ❌ Tidak cocok untuk daerah terpencil tanpa jaringan listrik PLN.
2. SHS Off-Grid
SHS Off-Grid adalah sistem tenaga surya yang berdiri sendiri tanpa terhubung ke jaringan PLN. Sistem ini ideal untuk daerah terpencil yang belum memiliki akses listrik dari PLN.
Semua energi yang dihasilkan disimpan dalam baterai.
Digunakan untuk rumah tangga, sekolah, dan fasilitas kesehatan di daerah tanpa listrik PLN.
Kelebihan SHS Off-Grid: ✅ Cocok untuk daerah terpencil tanpa akses listrik PLN. ✅ Tidak terpengaruh oleh pemadaman listrik PLN. ✅ Sumber energi yang mandiri dan ramah lingkungan.
Kekurangan SHS Off-Grid: ❌ Membutuhkan investasi awal yang lebih besar karena harus memiliki baterai penyimpanan. ❌ Bergantung pada kapasitas baterai, sehingga perlu perhitungan daya yang cermat.
Sasaran Penggunaan Solar Home System (SHS)
Penerapan SHS di Indonesia banyak digunakan untuk sektor berikut:
Rumah Tangga – Mengurangi ketergantungan pada listrik PLN dan menekan biaya listrik.
Pedesaaan & Daerah Terpencil – Memberikan akses listrik ke daerah yang belum terjangkau jaringan PLN.
Bisnis Kecil & UMKM – Menghemat biaya operasional dengan energi terbarukan.
Fasilitas Publik (Sekolah, Puskesmas, Kantor Pemerintah) – Menyediakan pasokan listrik yang stabil dan ramah lingkungan.
Industri & Komersial – Mengurangi biaya operasional dan jejak karbon dalam produksi.
Sektor Pertanian & Perikanan – Untuk mengoperasikan pompa air tenaga surya dan peralatan penyimpanan ikan.
Regulasi Pemerintah Indonesia Terkait Solar Home System (SHS)
Pemerintah Indonesia telah menerapkan beberapa kebijakan untuk mendukung penggunaan SHS, antara lain:
Peraturan Menteri ESDM No. 49 Tahun 2018 tentang penggunaan sistem PLTS atap dengan mekanisme ekspor-impor listrik.
Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2022 tentang percepatan pengembangan energi terbarukan.
Standarisasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) untuk memastikan komponen dalam SHS menggunakan produk dalam negeri minimal 40-60%.
Subsidi dan Insentif Pemerintah untuk masyarakat pedesaan dalam program elektrifikasi tenaga surya.
Kesimpulan
Solar Home System (SHS) adalah solusi energi terbarukan yang efisien dan ramah lingkungan untuk rumah tangga, bisnis, dan sektor publik. Dengan dua pilihan utama, yaitu On-Grid dan Off-Grid, pengguna dapat memilih sistem yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pemerintah Indonesia juga terus mendorong penggunaan SHS melalui regulasi dan insentif untuk meningkatkan elektrifikasi nasional serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Investasi pada SHS tidak hanya membantu mengurangi biaya listrik tetapi juga mendukung transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Jika Anda tertarik untuk memasang SHS, pastikan untuk memilih produk berkualitas dengan standar SNI dan TKDN agar mendapatkan manfaat maksimal dari sistem tenaga surya ini.